💗L E L A K I
Alhamdulillah sudah tiga tahun membersamai lelaki ini. Menjadikannya sekolah kepribadianku.
Catatan fauziah di bawah ini.. Rima banget.. Hehehe.
Kuatnya logika merekalah yang membuat mereka sebagai lelaki terlihat lebih tenang. Bagaimana mungkin, saat seorang pemimpin, mengatasi masalah layaknya wanita yang begitu ekspresif, yang mudah panik, yang akan menangis hingga tersedu entah itu karna terlalu bahagia, atau tak tahan melihat sesuatu. Bagaimana? Bagaimana jika begitu? Sudah menjadi qadarullah bahwa lelaki melakukan, menanggapi, segala hal dengn pertimbangan logika mereka.
Kita wanita, mengharapkan lelaki yang sabarnya luar biasa, terlebih lagi, kita menyadari bahwa kita memiliki sifat kritis dan tak bisa diam menghadapi segala hal. Sungguh benar, jika kita membutuhkan, bahkan sangat membutuhkan lelaki yang sabar dan tenang. Yang mampu meredam amarah, yang mampu menurunkan emosi, yang mampu menenangkan rasa tegang. Terlebih lagi rasa sabar dan tenang nya dalam mengutarakan rasa yang belum waktunya. Siapapun dia semoga selalu dalam lindungan Allah. Allahuma amin~
Kontribusi oleh @fauziahyulitas
Senin, 02 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Idealisme Orangtua dan Harga Diri Seorang Anak
Hari pertama sekolah saya maknai sebagai idealisme orangtua dan harga diri seorang anak. Kami memutuskan untuk menjalani homeschooling bersa...
-
#Hati Akhir - akhir ini yang menjadi konsentrasi berfikir saya adalah hati. Seikhlas apa berbuat kebaikan. Sedalam lautan mampu...
-
Kalau ada sekolah dengan jurusan “Orangtua”, semua yang mau menikah harus sekolah dulu sebelum jadi orangtua. Tapi plot twist-nya: menjadi ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar