Senin, 13 Juli 2026

Opik

Suaranya kadang membuat sistem sarafku terkejut. Ada hari-hari ketika aku merasa tegang, cemas, dan lelah karena menghadapi kondisi yang tidak mudah.

Namun, di balik semua itu, Opik tetaplah adikku. Saudara kandung yang Allah titipkan dalam hidupku. Sejak tahun 2022, ia tinggal bersamaku dan kami menjalani hari-hari dengan segala suka, duka, harapan, dan doa.

Aku belajar bahwa seseorang bisa merasa takut dan lelah, tetapi tetap menyimpan kasih di dalam hati. Mencintai keluarga tidak selalu berarti semuanya mudah. Kadang cinta hadir dalam bentuk bertahan, mendoakan, dan terus berharap semoga Allah memberikan kesembuhan, ketenangan, dan jalan terbaik bagi orang yang kita sayangi.

Ya Allah, jagalah adik skizoku Opik, lembutkan hatinya, tenangkan jiwanya, dan berikan kami sekeluarga kekuatan serta kesabaran untuk menjalaninya. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Idealisme Orangtua dan Harga Diri Seorang Anak

Hari pertama sekolah saya maknai sebagai idealisme orangtua dan harga diri seorang anak. Kami memutuskan untuk menjalani homeschooling bersa...