Senin, 08 Februari 2016
Tak ada Hp di meja makan
By. Rimasyam
Saya merenung sebentar setelah membaca tulisan di kirim teman di wa judulnya poligami. Saya pikir ceritanya pasti tentang cerita laki laki beristri lebih dari satu, tapi ternyata tidak. Ceritanya tentang kita atau saya, hp dan alquran.
Setiap hari saya akan sibuk dengan hp, ini membuat alquran cemburu karena dia tak pernah di sentuh, walaupun di sentuh tapi hanya sesekali sedangkan hp dari bangun tidur hingga tidur lagi selalu di genggaman.
Well, yang saya mau bilang adalah intensitas kita dengan hp boleh dimana saja, asal jangan pernah membawa hp di meja makan saat makan bersama keluarga.
Moment makan bersama keluarga adalah moment yang paling intim dalam sebuah keluarga, gambaran sebuah keluarga harmonis biasanya. Semua keluh, candaan biasanya tertumpah di sana.
Di zaman yang sangat susah bahkan jarang kita temukan lagi tradisi makan bersama keluarga di meja makan. ( mau makannya dimana saja intinya adalah saat akan bersama keluarga).
Apakah yang lebih penting dari keluarga kita? Bisakan sebentar saja tidak membawa hp di meja makan? Bisakah kita meluangkan waktu sebentar saja, untuk menikmati makanan, menikmati omelan orangtua saat kita tidak mau makan sayur, menikmati cerita cerita ringan keluarga, menikmati setiap bunyi kriuk ikan goreng ? Padahal hanya sebentar saja. Apakah orang orang di dalam hp lebih dari keluarga?
Wallahualam.
Fakfak09022015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
22 Februari: Bukan Kebetulan
Hari itu saya mengikuti kelas pembinaan agama dan hatiku seperti disentuh kembali oleh kenangan bersama Kak Lia, Allahuyarhamha. Di depanku...
-
#Hati Akhir - akhir ini yang menjadi konsentrasi berfikir saya adalah hati. Seikhlas apa berbuat kebaikan. Sedalam lautan mampu...
-
Ubadari yang romantis itu setiap sudutnya meninggalkan kenangan. 4, Jan 2020 Ubadari itu tempat menakjubkan. Air...
-
Kalau ada sekolah dengan jurusan “Orangtua”, semua yang mau menikah harus sekolah dulu sebelum jadi orangtua. Tapi plot twist-nya: menjadi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar